Roda Pembangunan Berputar, Radityo Egi: Tak Perlu Jumawa, Tak Perlu Ragu

banner 120x600
banner 468x60

Sajamnews.com, Lampung Selatan – Prestasi dan kemajuan yang diraih Kabupaten Lampung Selatan kini mulai menjadi sorotan dan perhatian daerah lain. Hal ini terlihat dari semakin banyaknya kabupaten atau kota yang datang untuk melakukan studi banding atau belajar langsung mengenai tata kelola pemerintahan di daerah ini.

Bupati Radityo Egi Pratama mengungkapkan ketika menjadi narasumber pentahelix malam ke 6 yang rutin di gelar stiap malam kamis hal tersebut dengan menyandingkan perjalanan sejarah singkat pemerintahan yang ia pimpin. Menurutnya, dinamika sosial politik di Lampung Selatan saat ini dinilai sangat stabil, bahkan menjadi objek penelitian dan perhatian banyak pihak.

banner 325x300

“Yang dipelajari mereka ingin tahu, oh, Lampung Selatan dinamika sosialnya dianggap stabil selama 1 tahun pemerintahan. Nah inilah kadang-kadang ibarat di dunia sepak bola, ada masa kita menjadi pemain dan ada masa kita menjadi penonton,” ungkap Radityo Egi.

Dari Belajar ke Banyuwangi, Kini Dibelajar oleh Balikpapan

Bupati yang juga dikenal sebagai sosok akademisi ini membagikan pengalaman pribadinya. Saat baru menjabat, langkah strategis yang ia lakukan adalah belajar dari daerah yang sudah lebih dulu maju.

“Sebelum saya, pasca saya dilantik, selang 3 bulan saya belajar ke Banyuwangi untuk belajar manajerial pemerintahan dan pariwisata. Namun, 1 tahun kemudian, Kabupaten Balikpapan justru datang belajar ke Kabupaten Lampung Selatan,” ceritanya dengan bangga namun tetap rendah hati.

Dari pengalaman itulah, Radityo Egi ingin menyampaikan sebuah filosofi kehidupan yang sangat berharga.

“Apa yang ingin saya sampaikan? Bahwasanya di dunia ini roda itu pasti berputar. Tidak perlu kita selalu ada di atas, dan tidak perlu juga kita selalu ada di bawah,” tegasnya.

Filosofi Roda Kehidupan

Oleh karena itu, Bupati Radityo Egi mengingatkan seluruh elemen masyarakat dan jajarannya untuk selalu menjaga sikap dan perilaku.

“Jadi ya, tidak perlu juga kita terlalu jumawa dengan hasil yang kita capai saat ini. Dan sebaliknya, tidak perlu juga kita merasa minder atau rendah diri dengan keadaan yang mungkin sedang kita alami,” tambahnya.

Pesan ini menjadi pengingat bahwa kemajuan adalah sebuah proses dinamis. Yang terpenting adalah bagaimana kita terus bergerak maju, belajar dari yang terbaik, dan memberikan yang terbaik pula bagi orang lain, tanpa melupakan sikap rendah hati dan kewarasan dalam berpikir.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *